<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>mutia nova&#039;s blog</title>
	<atom:link href="http://mutianova.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mutianova.wordpress.com</link>
	<description>menulis untuk belajar dan berbagi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 16:58:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mutianova.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>mutia nova&#039;s blog</title>
		<link>http://mutianova.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mutianova.wordpress.com/osd.xml" title="mutia nova&#039;s blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mutianova.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kangen</title>
		<link>http://mutianova.wordpress.com/2012/01/20/kangen/</link>
		<comments>http://mutianova.wordpress.com/2012/01/20/kangen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 16:58:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mutianova</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://mutianova.wordpress.com/?p=556</guid>
		<description><![CDATA[Kangen nulis di blog&#8230; nulis ibarat menggenapkan hati dan akal, menyambung perasaan dan pikiran. karenanya selepas menulis jadi &#8216;plong&#8217;. karena jadi tau apa yang benar kumau dan apa saja yang harus kulakukan. kangen nulis di blog&#8230; karena memang seperti rumah hatiku. aku bisa menulis apa saja. aku tumbuh dengan ilmuku sedikit demi sedikit dan berkembang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=556&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kangen nulis di blog&#8230; nulis ibarat menggenapkan hati dan akal, menyambung perasaan dan pikiran. karenanya selepas menulis jadi &#8216;plong&#8217;. karena jadi tau apa yang benar kumau dan apa saja yang harus kulakukan.<br />
kangen nulis di blog&#8230; karena memang seperti rumah hatiku. aku bisa menulis apa saja. aku tumbuh dengan ilmuku sedikit demi sedikit dan berkembang dengan pemahamanku sedikit demi sedikit&#8230;<br />
kangen nulis di blog. saat aku merasa lamban dan nyaris putus asa, aku memaksa diriku untuk terus menulis. menulis untuk belajar dan belajar untuk menulis. menulis yang telah dan ingin aku lakukan. menulis impian dan tujuan. walau hanya implisit dalam setiap artikel.<br />
kangen nulis di blog&#8230; karena tulisan di blog ini bi idznillah sudah mulai berbunga dan semoa tetap lancar agar bisa berbuah manis. namun aku justru merasakan kesulitan menemukan waktu untuk menulis&#8230;.<br />
kangen nulis di blog&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mutianova.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mutianova.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mutianova.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mutianova.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mutianova.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mutianova.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mutianova.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mutianova.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mutianova.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mutianova.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mutianova.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mutianova.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mutianova.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mutianova.wordpress.com/556/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=556&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mutianova.wordpress.com/2012/01/20/kangen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/631df49af1b12c8cfb3980379be012a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mutianova</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jika Suamiku Sibuk Bekerja</title>
		<link>http://mutianova.wordpress.com/2012/01/04/jika-suamiku-sibuk-bekerja/</link>
		<comments>http://mutianova.wordpress.com/2012/01/04/jika-suamiku-sibuk-bekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 07:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mutianova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor ngidul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mutianova.wordpress.com/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[Jika suamiku sedang sibuk bekerja Alhamdulillah suamiku mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya… Karena ada sebagian suami yang enggan mencari nafkah Bahkan mengambil harta istrinya dengan semena-mena untuk main judi Ada juga membiarkan istri dan anaknya meminta-minta dan berhutang di rumah tetangga &#160; Jika suamiku sedang sibuk bekerja Alhamdulillah suamiku bukan pengangguran Karena ada sebagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=560&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika suamiku sedang sibuk bekerja</p>
<p>Alhamdulillah suamiku mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya…</p>
<p>Karena ada sebagian suami yang enggan mencari nafkah</p>
<p>Bahkan mengambil harta istrinya dengan semena-mena untuk main judi</p>
<p>Ada juga membiarkan istri dan anaknya meminta-minta dan berhutang di rumah tetangga</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika suamiku sedang sibuk bekerja</p>
<p>Alhamdulillah <span id="more-560"></span>suamiku bukan pengangguran</p>
<p>Karena ada sebagian suami yang malas bekerja</p>
<p>Inginnya menonton sinetron dan bermain catur bersama teman-temannya di siang hari</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika suamiku sibuk bekerja</p>
<p>Alhamdulillah semoga Allah selalu menjaga waktu suamiku dalam kebaikan</p>
<p>Karena ada sebagian suami yang menghabiskan waktunya terus-menerus dalam keburukan</p>
<p>Tak sibuk untuk akhirat, tak juga untuk dunia</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika suamiku sibuk bekerja</p>
<p>Alhamdulillah suamiku sehat</p>
<p>Karena ada sebagian suami yang tak mampu bekerja karena sakit</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>JIka suamiku sibuk bekerja</p>
<p>Alhamdulillah aku punya lebih banyak waktu belajar dan bermain dengan Sofia</p>
<p>Punya lebih banyak waktu berkunjung di rumah mertua dan tetangga</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>JIka suamiku sibuk bekerja</p>
<p>Alhamdulillah masih ada waktu bersama setiap malam</p>
<p>Karena ada sebagian suami yang sibuk bekerja hingga tak bisa bertemu beberapa bulan lamanya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kalaupun tak sempat  bercerita dan bercanda karena kami telah pulas</p>
<p>Alhamdulillah kami selalu mendapat kecupan dan pelukan hangat</p>
<p>Jazakallah ahsanal jaza suamiku…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mutianova.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mutianova.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mutianova.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mutianova.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mutianova.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mutianova.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mutianova.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mutianova.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mutianova.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mutianova.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mutianova.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mutianova.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mutianova.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mutianova.wordpress.com/560/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=560&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mutianova.wordpress.com/2012/01/04/jika-suamiku-sibuk-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/631df49af1b12c8cfb3980379be012a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mutianova</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjelang 2 Tahun Sofia</title>
		<link>http://mutianova.wordpress.com/2012/01/02/menjelang-2-tahun-sofia/</link>
		<comments>http://mutianova.wordpress.com/2012/01/02/menjelang-2-tahun-sofia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 15:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mutianova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sofia]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mutianova.wordpress.com/?p=558</guid>
		<description><![CDATA[2 bulan lagi Sofia berusia 2 tahun… Tahun lalu tak diiringi pesta, makan2 keluarga atau bagi2 makanan ke tetangga. Ayah dan ibu Sofia mengikuti seminar “Meningkatkan Kecerdasan dan Kreativitas Anak” bersama dr. Isman Jafar SpA dan Kak Seto. Padahal ibu mertua sudah pesen pada pembantu supaya bikin nasi kuning, tapi aku juga sudah pesen kalo [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=558&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>2 bulan lagi Sofia berusia 2 tahun…</p>
<p>Tahun lalu tak diiringi pesta, makan2 keluarga atau bagi2 makanan ke tetangga. Ayah dan ibu Sofia mengikuti seminar “Meningkatkan Kecerdasan dan Kreativitas Anak” bersama dr. Isman Jafar SpA dan Kak Seto. Padahal ibu mertua sudah pesen pada pembantu supaya bikin nasi kuning, tapi aku juga sudah pesen kalo tak ada acara istimewa di tahun pertama Sofia.</p>
<p>Wajah-wajah kecewa itu berdatangan dari tetangga. Mereka membicarakan pesta ulang tahun Sofia setiap hari menjelang hari H. Berharap akan adanya undangan. Namun pucuk dirindu ulam tak tiba rupanya. Ya mereka kecewa. Setiap bertemu, ibunya Sofia ditanyain “Kok ga dirayain ultahnya?” Ibunya Sofia hanya menjawab, “Sedang berhemat bu.” Tak lupa tersenyum polos menghadapi orang-orang yang berkerut-kerut keningnya akibat nyaris tak percaya bahwa kami tak merayakan ulang tahun Sofia. Maklum dari pengalaman tantenya Sofia acara pesta diadakan besar-besaran setiap tahun. Mulai dari temen sekolah, teman-teman sekampung rumah baru hingga sekampung rumah baru (plus ortu tentunya) menghadiri pestanya (Tapi sekarang udah ga dirayain lagi karena anaknya udah besar). Aku dan suami juga hanya beralasan ‘sedang berhemat’ pada ibu mertua. Alhamdulillah ibu mertuaku luar biasa pengertian. <span id="more-558"></span></p>
<p><strong>Sofia, anak ayah ibu yang shalihah…</strong></p>
<p>Tahun lalu, tahun ini dan tahun &#8211; tahun berikutnya kita tak merayakan ulang tahun, Cantik. Bukan karena ayah ibu tak sayang pada Sofia. Bukan…. Namun karena ayah ibu sangaaat sayang pada Sofia. Tak ingin Sofia terjatuh ada perkara yang sangat Allah <em>&#8216;Azza wa Jalla</em> dan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> benci.</p>
<p style="text-align:center;">^^^^^^^^^^</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah perayaan ulang tahun anak termasuk tasyabbuh (tindakan menyerupai) dengan budaya orang barat yang kafir ataukah semacam cara menyenangkan dan menggembirakan hati anak dan keluarganya ?</p>
<p>Beliau menjawab : Perayaan ulang tahun anak tidak lepas dari dua hal : dianggap sebagai ibadah, atau hanya adat kebiasaan saja.</p>
<p>Kalau dimaksudkan sebagai ibadah, maka hal itu termasuk bid&#8217;ah dalam agama Allah. Padahal peringatan dari amalan bid&#8217;ah dan penegasan bahwa dia termasuk sesat telah datang dari Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Beliau bersabda yang artinya, <em>&#8220;Jauhilah perkara-perkara baru. Sesungguhnya setiap bid&#8217;ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan berada dalam Neraka&#8221;</em>.</p>
<p>Namun jika dimaksudkan sebagai adat kebiasaan saja, maka hal itu mengandung dua sisi larangan.</p>
<p>Pertama. Menjadikannya sebagai salah satu hari raya yang sebenarnya bukan merupakan hari raya (&#8216;Ied). Tindakan ini berarti suatu kelalancangan terhadap Allah dan RasulNya, di mana kita menetapkannya sebagai &#8216;Ied (hari raya) dalam Islam, padahal Allah dan RasulNya tidak pernah menjadikannya sebagai hari raya.</p>
<p>Saat memasuki kota Madinah, Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> mendapati dua hari raya yang digunakan kaum Anshar sebagai waktu bersenang-senang dan menganggapnya sebagai hari &#8216;Ied, maka beliau bersabda yang artinya, <em>&#8220;Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian hari yang lebih baik dari keduanya, yaitu &#8216;Idul Fitri dan &#8216;Idul Adha&#8221;.</em></p>
<p>Kedua. Adanya unsur tasyabbuh (menyerupai) dengan musuh-musuh Allah. Budaya ini bukan merupakan budaya kaum muslimin, namun warisan dari non muslim. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda yang artinya, <em>&#8220;Barangsiapa meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka&#8221;.</em></p>
<p>(Maka berhati-hatilah Nak karena tak jarang sesuatu dalam hatimu mengikuti perilakumu. Mulanya mungkin engkau hanya ingin bersenang2 dan menolaknya dalam hati. Tapi kemudian nafsumu membisikkan keraguan2 dan alasan demi alasan untuk mebenarkan peilakumu. Dan akhirnya engkau mengikuti kekafiran.)</p>
<p>Beliau melanjutkan nasihatnya….</p>
<p>Kemudian panjang umur bagi seseorang tidak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan dalam menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya. Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalanya. Karena itulah, sebagian ulama tidak menyukai do&#8217;a agar dikaruniakan umur panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : &#8220;Semoga Allah memanjangkan umurmu&#8221; kecuali dengan keterangan &#8220;Dalam ketaatanNya&#8221; atau &#8220;Dalam kebaikan&#8221; atau kalimat yang serupa. Alasannya umur panjang kadangkala tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai dengan amalan yang buruk -semoga Allah menjauhkan kita darinya- hanya akan membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka.</p>
<p>Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> berfirman yang artinya, <em>&#8220;Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (kearah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana amat teguh&#8221;. [Al-A'raf : 182-183] </em></p>
<p>Dan firman Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> yang artinya, <em>&#8220;Dan janganlah sekali-kali orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah labih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka, dan bagi mereka adzab yang menghinakan&#8221;. [Ali-Imran : 178]</em></p>
<p style="text-align:center;">^^^^^^^^^^^</p>
<p><strong>Apakah dengan tidak merayakan ulang tahun Sofia hanya mendapatkan sedikit hadiah?</strong></p>
<p>Tidak Sayang. Justru jika engkau merayakan pesta ulang tahun, engkau hanya dapat hadiah satu kali dalam setahun. Tapi jika Sofia tidak merayakannya, Sofia akan banyak dapat hadiah dari Allah, bisa jadi lewat ayah ibu. Ada hadiah ‘iedul fitri, hadiah rajin shalat, hadiah tuntas puasa sehari, hadiah hapalan surat Al-Quran dan doa, hadiah jalan-jalan bersama ayah di akhir pekan, dan masiiiih banyak lagiiii…. Sofia pilih hadiah yang sedikit atau yang banyak. Pasti mau yang banyak kaaan. Ibu dan ayah sayang Sofia karena Allah…</p>
<p>Sumber : Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin diambil dari almanhaj.or.id www.almanhaj.or.id/content/1584/slash/0</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mutianova.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mutianova.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mutianova.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mutianova.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mutianova.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mutianova.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mutianova.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mutianova.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mutianova.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mutianova.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mutianova.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mutianova.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mutianova.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mutianova.wordpress.com/558/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=558&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mutianova.wordpress.com/2012/01/02/menjelang-2-tahun-sofia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/631df49af1b12c8cfb3980379be012a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mutianova</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebut Cerita &#8220;Relaktasi untuk Sofia&#8221;</title>
		<link>http://mutianova.wordpress.com/2011/12/19/kebut-cerita-relaktasi-untuk-sofia/</link>
		<comments>http://mutianova.wordpress.com/2011/12/19/kebut-cerita-relaktasi-untuk-sofia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 07:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mutianova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor ngidul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mutianova.wordpress.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[Udah setahun ga nulis tetralogi &#8220;Breastfeeding&#8221;, terpaksa akhirnya harus kebut nulis. Ehehe soalnya kebetulan lagi ada lomba nulis seputar menyusui. Hmm sebenarnya waktu bulan ASI lalu banyak lomba menulis tentang menyusui dan hadiahnya lebih gedhe lho. But, gimana sih hukumnya ikut lomba nulis yang acaranya ditujukan untuk merayakan hari tertentu. Anyone knows? Tulisanku ini ringkasan dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=552&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Udah setahun ga nulis tetralogi &#8220;Breastfeeding&#8221;, terpaksa akhirnya harus kebut nulis. Ehehe soalnya kebetulan lagi ada lomba nulis seputar menyusui. Hmm sebenarnya waktu bulan ASI lalu banyak lomba menulis tentang menyusui dan hadiahnya lebih gedhe lho. But, gimana sih hukumnya ikut lomba nulis yang acaranya ditujukan untuk merayakan hari tertentu. Anyone knows?</p>
<p>Tulisanku ini ringkasan dari tetralogi &#8220;Breastfeeding&#8221; di blog ini. Jadi ga usah dimuat di sini ya^^ Sebenarnya sih iseng tapi aku kebut-kebutan nulisnya karena khawatir deadline. Eh ternyata tulisan termasuk 3 tulisan pertama dan di posting di grup Laktasi tersebut untuk memancing peserta lain. Dari situ, aku baru tahu kalo pengalamanku di klinik laktasi sangat bermanfaat bagi ibu2 yang lain.<span id="more-552"></span> Banyak komen tentang kesulitan menyusui dan diskusi di ceritaku, ketemu akhwat angkatan lama mba Dian Ummu Muthmainah, banyak friend request dan sebuah email dari teman baru yang ternyata beliau E-ping (Exclusive pumping) lho. E-ping itu artinya anaknya ASI eksklusif namun tidak langsung menyusu daripayudara ibu, melainkan dengan botol.</p>
<p>Menyusui itu indah, kawan! Dan perjuangannya itu lho yang membuat setiap momen menyusui lebih indah. Menghadapi pandangan lingkungan tentang ASI eksklusif, menyimpan ASI perah dalam kulkas dan tidak memberikan tambahan susu formula setelah 6 bulan atau 1 tahun. Bersabar karena mungkin si kecil tidak segemuk anak-anak yang diberi tambahan susu formula. Godaan orang-orang terdekat ternyata yang paling banyak menggagalkan ASI eksklusif dan menysusui penuh selama 2 tahun!!</p>
<p>Dari cerita2 ibu2 yang lain, aku baru tahu aku tak berjuang sendirian supaya bisa memberi yang terbaik untuk anak. Ada yang <em>tandem nursing</em> (menyusui 2 anak sekaligus), ada yang <em>nursing while pregnancy</em> (menyusui ketika hamil), membesarkan baby yang prematur dengan ASI saja, relaktasi tanpa bantuan ahli sepertiku, ada yang harus operasi tumor payudara untuk bisa menyusui. Hebat sekali perjuangan ibu2 jika menyangkut urusan ASI subhanallah. I love ASI!!</p>
<p>Sempet ngajakin mba siska yang tandem nursing de Sofia dan de Thoriq, but beliau keberatan berinteraksi lama2 dengan facebook. Sungguh nasehat yang tegas bagiku. Selama ini memang susah banget ngontrol fesbukan. Semoga cepet bisa belajar mengontrol karena really wasting time dan susah menjaga muru&#8217;ah dari pamer dan mengeluh. Selain juga jadi sulit menahan pandangan melihat status orang lain dan hatiku jadi sibuk bertanya2 &#8217;ni orang kenapa sih&#8217; kalo aku ga suka statusnya. Selama ini tidak sukses hanya dengan mengandalkan hp. Karena aku sangat ceroboh. Aku sudah merusak 5 hp dalam 1, 5 tahun (maafkan aku suamiku) dan terakhir aku juga menuang air minum ke Blackberry suamiku (maaf lagi ya). Semoga bisa mengontrol fesbukan lebih baik lagi dan secepatnya mendapatkan alternatif lebih baik lagi. Amin</p>
<p>Oh ya dari lomba ini ada pemenang yang dipilih panitia dan ada pemenang yang dipilih berdasarkan voter alias pemenang favorit. Kalo mau jadi pemenang favorit, harus gencar kampanye di facebook. Karena tulisanku banyak menyinggung kata payudara dengan vulgar, aku memutuskan untuk tidak kampanye. Aku sudah cukup puas tulisanku sudah di-upload di grup laktasi tersebut sehingga bisa berbagi pengalaman dengan ibu-ibu yang lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan di hari pengumuman ehehe&#8230;</p>
<p>Ada namaku di situ! Aku menang di kategori relaktasi dan yang memilihku jadi pemenang adalah jurinya!! Alhamdulillah&#8230; Untuk pemenang kategori breatfeeding, tandem nursing dan nursing while pregnancy baik pilihan juri maupun voter rencananya akan kutayangkan di blog ini. Abis ceritanya terlalu bagus untuk dilewatkan hehe&#8230;</p>
<p>Jazakunnallah khairan bagi semua pihak yang telah mendukung dan mendoakan proses relaktasiku dan tulisanku&#8230;.</p>
<p>Cerita ini kudedikasikan untuk Sofia kecilku. Sofia yang telah berjuang hidup-mati di awal kelahirannya karena kelalaian dan kebodohanku. Sofia yang telah berjuang dan bersabar belajar menyusu walau sudah nyaman minum susu formula dari botol. Aku menjadi wanita yang lengkap : yang memiliki anak dan bisa menyusui berkat Sofia bi idznillah&#8230; Jazakillah khairan my sweetheart&#8230;</p>
<p>Cerita ini kudedikasikan untuk suamiku, yang menemaniku dalam setiap perjuanganku sebagai seorang istri dan ibu&#8230; yang tak lelah berjuang untukku dan putri kami&#8230; Jazakallah khairan honey&#8230;</p>
<p>Cerita ini kudedikasikan untuk seluruh ibu di dunia yang berjuang siang dan malam untuk merawat dan memberikan yang terbaik untuk si kecil&#8230;</p>
<p>Bagiku, ini adalah sebuah kemenangan kecil. Bagiku, kemengangan yang sesungguhnya adalah jika aku bisa menginspirasi 1 ORANG IBU SAJA untuk relaktasi, 1 ORANG IBU SAJA untuk berjuang memberikan ASI Eksklusif, 1 ORANG IBU SAJA untuk menyusui penuh selama 2 tahun. Semoga Allah memberikan pertolongan dan kemenangan itu. Amin&#8230;</p>
<p>Sekali lagi!! I love ASI!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mutianova.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mutianova.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mutianova.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mutianova.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mutianova.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mutianova.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mutianova.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mutianova.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mutianova.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mutianova.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mutianova.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mutianova.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mutianova.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mutianova.wordpress.com/552/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=552&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mutianova.wordpress.com/2011/12/19/kebut-cerita-relaktasi-untuk-sofia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/631df49af1b12c8cfb3980379be012a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mutianova</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ditangguhkannya Siksa bagi Orang yang Bermaksiat</title>
		<link>http://mutianova.wordpress.com/2011/12/19/ditangguhkannya-siksa-bagi-orang-yang-bermaksiat/</link>
		<comments>http://mutianova.wordpress.com/2011/12/19/ditangguhkannya-siksa-bagi-orang-yang-bermaksiat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 05:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mutianova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[istidraj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mutianova.wordpress.com/?p=546</guid>
		<description><![CDATA[Di antara manusia ada yang berbuat dosa siang dan malam. Tersembunyi, bahkan terkadang terang-terangan. Seakan hidupnya hanya untuk kemaksiatan dan kejahatan. Anehnya, orang-orang itu hidup dalam kemewahan dan kenikmatan tiada taranya. Tak perlu engkau iri atau kagum terhadap mereka, saudariku dan bacalah firman Allah subhanahu wa Ta’ala yang artinya, “Nanti kami akan menarik mereka berangsur-angsur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=546&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di antara manusia ada yang berbuat dosa siang dan malam. Tersembunyi, bahkan terkadang terang-terangan. Seakan hidupnya hanya untuk kemaksiatan dan kejahatan. Anehnya, orang-orang itu hidup dalam kemewahan dan kenikmatan tiada taranya. Tak perlu engkau iri atau kagum terhadap mereka, saudariku dan bacalah firman Allah <em>subhanahu wa Ta’ala </em>yang artinya,</p>
<p><em>“Nanti kami akan menarik mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dengan cara yang tidak diketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.” (Q.S. Al A’raf : 182-183)<span id="more-546"></span></em></p>
<p>Sungguh Allah tak membiarkan orang-orang yang berbuat dosa begitu saja tanpa siksa. Bahkan orang-orang tersebut berada dalam siksa terus-menerus namun mereka tidak menyadarinya. Yaitu matinya hati dan kelalaian dari siksaan hakiki yang menimpa kondisi imannya.</p>
<p>Namun hamba yang terbuai dengan kemaksiatannya tak menyadari akan siksa yang menimpanya. Bahkan dia melihat badannya semakin sehat, hartanya semakin banyak, kekuasaan dan popularitas pun menanjak. Ia terus-menerus melanjutkan dan menambah kejahatannya sehingga ia semakin dimurkai oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Maka Allah pun menambah siksanya dengan mengharamkan keindahan bermunajat kepadaNya, ia akan lalai beribadah dan melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya di dunia dan akhirat.</p>
<p>Dalam hadits ‘Ubadah bin Ash-Shamit, dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, <em>“Jika Allah menghendaki sebagian (anugerah-Nya) pada suatu kaum, maka dibukakan bagi mereka pintu kemurahan-Nya, hingga apabila mereka gembira dengan apa yang dengan apa yang diberikan, lalu dicabut dengan sekonyong-konyong, mereka pun tiba-tiba berputus asa.”</em></p>
<p>Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya, <em>“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila nereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan samapi ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.”</em> (Q.S. Al-an’am : 44-45)</p>
<p>Sebagian ulama berkata, “Jika kamu memperhatikan bagaimana Allah subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan karunia-Nya kepada engkau, sedangkan engkau sosok manusia yang berlumuran dosa terus-menerus, maka ingatlah itulah yang namanya <strong>istidraj</strong> (Allah subhanahu wa ta’ala membiarkan dan memberi tangguh sementara), nanti engkau pasti merasakan akibatnya.</p>
<p>Hendaklah seorang hamba yang bergelimang dosa dan kemaksiatan tidak terpedaya dan terlena dengan kenikmatan lahiriah. Karena hal itu sebenarnya merupakan cobaan dan ancaman bagi dirinya. Istidraj baginya. Hanya penangguhan sementara. Sungguh Allah akan menyiksanya dengan azab yang pedih dan sungguh Allah Maha Kuasa akan azab yang ditimpakan kepadamu. Kapan pun, di mana pun, dalam bentuk apa pun. Bisa jadi dalam bentuk kehilangan harta, kekuasaan, teman, keluarga, sebagian anggota badan bahkan nyawa di dunia. Belum lagi azab kubur dan azab api neraka yang menanti kelak di akhirat.</p>
<p>Sama sekali Allah tidak lalai akan dosa dan kejahatan yang telah kita perbuat. Juga sepatah kata kita ucapkan pasti tercatat dalam kitab amalan oleh malaikat. Karenanya kembalilah pada Allah, wahai hamba Allah…</p>
<p>Diringkas dengan sedikit tambahan dari Bab Orang-Orang Berdosa yang Ditangguhkan Adzabnya dari buku Peringatan Bagi Orang Yang Berbuat Maksiat karya Dr. Amir Sa’id Az-Zibary (Terjemahan dari Tanbiihul ‘Aashy Ilaa Tarkil Ma’ashy) terbitan Pustaka Azzam tahun 2001.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mutianova.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mutianova.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mutianova.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mutianova.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mutianova.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mutianova.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mutianova.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mutianova.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mutianova.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mutianova.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mutianova.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mutianova.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mutianova.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mutianova.wordpress.com/546/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=546&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mutianova.wordpress.com/2011/12/19/ditangguhkannya-siksa-bagi-orang-yang-bermaksiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/631df49af1b12c8cfb3980379be012a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mutianova</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Breastfeeding (end) : Jalan yang Terbaik</title>
		<link>http://mutianova.wordpress.com/2011/10/31/breastfeeding-end-jalan-yang-terbaik/</link>
		<comments>http://mutianova.wordpress.com/2011/10/31/breastfeeding-end-jalan-yang-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 04:10:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mutianova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor ngidul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mutianova.wordpress.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[Teringat saat aku pertama kali melahirkan, dokterku memberikan obat pelancar ASI yang fungsinya untuk mengoptimalkan produksi ASI. Hmm waktu aku memiliki masalah menyusui pun, aku sempat diresepkan obat pelancar ASI dengan merek berbeda. Tapi ternyata kedua obat paten tersebut sama-sama mengandung ekstrak plasenta. Tahukah, kawan… plasenta itu merupakan makanan yang diharamkan masuk ke tubuh seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=540&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teringat saat aku pertama kali melahirkan, dokterku memberikan obat pelancar ASI yang fungsinya untuk mengoptimalkan produksi ASI. Hmm waktu aku memiliki masalah menyusui pun, aku sempat diresepkan obat<br />
pelancar ASI dengan merek berbeda. Tapi ternyata kedua obat paten tersebut<br />
sama-sama mengandung ekstrak plasenta.</p>
<p>Tahukah, kawan… plasenta itu merupakan makanan yang diharamkan masuk ke tubuh seorang muslim, karena termasuk dalam kategori bangkai.<span id="more-540"></span><br />
Ekstraknya pun diharamkan karena unsur utama obat yang dimaksudkan untuk memberikan khasiat tersebut adalah plasenta, sekalipun telah tercampur dengan zat tambahan.</p>
<p>Waktu itu aku sempat bingung dan khawatir apakah ASI-ku akan<br />
benar-benar lancar apalagi si kecil juga memiliki masalah bingung puting. Aku<br />
tak bisa menyusuinya selama 2,5 bulan sementara efek samping susu formula<br />
benar-benar terasa berat oleh putriku. ASI Perah-ku pun semakin hari semakin<br />
sedikit.</p>
<p>Aku teringat setiap hari harus mencatat berapa ASI Perah dan sufor yang kuberikan pada si kecil agar aku tahu apakah sufor tersebut sudah memenuhi kebutuhannya. Ah betapa melelahkannya.</p>
<p>Aku ingin sekali meminum obat itu. Tapi ada keraguan dalam hatiku. Apakah ini memang kondisi darurat di mana aku bisa meminumnya ataukah aku hanya bermudah-mudahan mencari jalan pintas dengan sesuatu yang Allah haramkan. Bagaimana nanti jadinya jika anakku meminum sesuatu yang haram. Bagaimana nantinya jika Allah justru menahan ASI-ku karena aku berobat dengan sesuatu yang haram… Teringatlah sebuah hadits…</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dengan obatnya, dan menciptakan obat untuk segala penyakit. Maka berobatlah, tetapi jangan menggunakan yang haram.” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud]</em><em><br />
</em></p>
<p>Lalu kupikir lagi apakah ada obat lain yang bisa menyembuhkanku? Maka aku pun beristighfar…</p>
<p><em>“Ya Allah aku berlindung padaMu dari syirik yang aku ketahui dan aku mohon ampun atas syirik yang tidak aku ketahui.”</em></p>
<p>Bagaimana mungkin aku bergantung pada obat untuk menyembuhkanku? Bukanlah obat yang menyembuhkanku, tapi Allah semata. Sedangkan obat hanyalah wasilah….</p>
<p><em>“Dan apabila aku sakit, maka Dia (Allah) akan memberikan kesembuhan..” (Asy-Syu’ara : 80)</em><em><br />
</em></p>
<p>Alhamdulillah saat itu seorang teman bernama Anik Rahmawati meneleponku dan menyarankanku untuk meminum habbatus sauda’. Jazahallahu ahsanala jaza. Maka dengan berpegang pada satu ayat “Innahu man yattaqillaha yaj’allahu makhrajan” aku pun berikhtiar dengan habbatus sauda’. Semoga dengan wasilah yang halal, Allah mengabulkan harapanku untuk bisa lancar menyusui.</p>
<p>Alhamdulillah ketika musibah ini datang, aku diringankan dari mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Jadi bisa konsen belajar menyusui. Dr. DM memang berpesan agar aku belajar menyusui dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah dulu. Soalnya memang ribet kalo mau menyusui harus pasang-pasang selang NGT dulu di payudara, harus nyiapin sufor dulu, harus tekan-tekan syringe segala^^ Pokoknya belajar menyusui dari nol karena kasus bingung puting itu susah masyaallah^^ Eh maaf ni tidak bermaksud vulgar… beliau juga menyarankan untuk melepas bra selama proses belajar supaya melancarkan aliran darah ke payudara juga mencegah pembengkakan. Selain itu juga melakukan pijat di punggung karena kondisi relaks bisa melancarkan ASI. Yah aku coba semuanya. Semangat!!</p>
<p>Aku juga berusaha menjalankan nasehat dr. WN. Aku pun berusaha banyak makan, melipat gandakan jumlah protein untuk meningkatkan kualitas ASI-ku. Pertama kalinya makan, pengen nangis karena eneg banget di perut. Tapi kan demi Sofia^^ Abis makan, minum susu. Hiks, rasanya full banget di perut. Waktu itu aku benar-benar ga peduli sama berat badanku^^ udah lebih 1 kg dari rentang BB ideal lho, tetapi Alhamdulillah suamiku selalu memberiku dukungan untuk optimalisasi ASI buat si kecil dulu. Masalah ngurusin badan nanti bisa menyusul. Toh kalo bisa menyusui, juga membantu menguruskan badan^^ Setelah itu minum habbatus sauda’ 2 pil 3 kali sehari sambil berdoa agar Allah memberiku kemudahan menyusui dengan WASILAH yang Rasulullah sunnahkan sebagai obat segala macam penyakit. Aku juga minum banyak air. Setiap jam minum 1-2 gelas air. Wuih sampai pipis-pipis terus^^ Banyak juga makan sayur bening dan kuahnya, khususnya daun katuk. Selain itu aku juga makan bubur kacang hijau yang banyak kandungan proteinnya.</p>
<p>Saat malam tiba, aku merah ASI terus. Lama2 bisa dapat 1-2 botol, 1 botol sekitar 200 ml. Ni termasuk sedikit daripada ibu2 yang udah<br />
biasa merah ASI samapai 1 liter sehari^^ Sebagian buat dimasukin ke syringe,<br />
sebagian lagi dibuang karena takut nyimpennya ga bagus dan jadinya basi.</p>
<p>Seminggu berselang setelah kami bertemu dr. WN, aku memutuskan untuk kembali menemui beliau lagi. Aku sudah hampir selesai tapering down sufornya. Tapi sofianya jadi rewel terus, nenen terus, mungkin karena ASI-ku kurang.</p>
<p>“Beberapa waktu lalu udah pernah konsul di sini ya? Apa ada masalah?” Tanya dr. WN.</p>
<p>“Iya dok, ini sudah saya kurangi 10 ml tiap hari sufornya tapi kok sofianya jadi rewel. Nangis dan minta nenen terus. Saya khawatir ASI-nya tidak cukup. Apalagi minggu ini Sofia control dengan dr. W. Kata dr. W, Sofia belum optimal posisi menyusuinya, areolanya masih kurang yang masuk ke mulut.”</p>
<p>“Tenang bu. Sofia kan sedang adaptasi, sedang belajar. Rewel itu biasa. Nanti lama2 juga akan terbiasa. Masalah posisi menyusui, sofia juga masih adaptasi. Tapi saya liat untuk kasus bingung putting sofia cepat bisa menyusu. Ayo ibu Mutia pasti bisa. Yang penting PD dan Rileks.”</p>
<p>Dengan saran suami, tapering down-nya diperlambat jadi 5 ml<br />
tiap beberapa hari. Dan ternyata sofia lebih nyaman dan mudah beradaptasi.<br />
Alhamdulillah saat usianya 4 bulan aku dah bisa menyusui eksklusif^^ ASI saja!!</p>
<p>Oh ya, karena Sofia is special case, jadi dr. W spA memintaku datang rutin tiap bulan untuk control. Saat usianya 5 bulan, ketahuan deh menyusuinya tidak sukses karena berat badan Sofia masih kurang dari yang diharapkan. Mungkin karena ASInya masih kurang ya. Dengan berat hati, dr. W menyarankan mulai pemberian biskuit 1 kali sehari trus ditingkatkan jadi 2 kali sehari. Waktu itu aku terpukul dan sediiih banget.</p>
<p><strong>Adakalanya seseorang tak mendapatkan sesuai yang<br />
diharapkan betapa pun keras usahanya karena Allah hendak menambahkan dan  menyempurnakan pahala kesabarannnya. Jalan yang terbaik memang tak selalu mudah.</strong></p>
<p>Sofia, maafkan ibu nak. Ibu belum bisa memberi yang terbaik<br />
buat Sofia. Ibu akan terus belajar dan belajar agar bisa menjadi ibu yang baik<br />
buat Sofia. Ibu sayang Sofia karena Allah^^ Sayaaaang sekaliiii…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mutianova.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mutianova.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mutianova.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mutianova.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mutianova.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mutianova.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mutianova.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mutianova.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mutianova.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mutianova.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mutianova.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mutianova.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mutianova.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mutianova.wordpress.com/540/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=540&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mutianova.wordpress.com/2011/10/31/breastfeeding-end-jalan-yang-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/631df49af1b12c8cfb3980379be012a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mutianova</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Moloco B-12 &amp; Laktafit : Obat untuk Meningkatkan Produksi Air Susu Ibu yang Haram bagi Ummat Islam</title>
		<link>http://mutianova.wordpress.com/2011/09/01/moloco-b-12-laktafit-obat-untuk-meningkatkan-produksi-air-susu-ibu-yang-haram-bagi-ummat-islam/</link>
		<comments>http://mutianova.wordpress.com/2011/09/01/moloco-b-12-laktafit-obat-untuk-meningkatkan-produksi-air-susu-ibu-yang-haram-bagi-ummat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 16:58:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mutianova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari ulama dan assatidz]]></category>
		<category><![CDATA[menyusui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mutianova.wordpress.com/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Kepada: Yth. Ummat Islam di mana saja berada.   Assalamu&#8217;alailkum Wr. Wb. Diberitahukan bahwa saat ini telah beredar 2 buah obat resep dokter yang berfungsi untuk memperbanyak air susu ibu dengan merek dagang MOLOCO-B12 dan LAKTAFIT, berbentuk kapsul yang komposisinya terdiri dari: Ekstrak Plasenta manusia &#38; vitamin (sumber: buku Index Spesialitet Obat/ ISO).  Plasenta (ari-ari/ bali) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=522&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada: Yth. Ummat Islam di mana saja berada.  </p>
<p>Assalamu&#8217;alailkum Wr. Wb.</p>
<p>Diberitahukan bahwa saat ini telah beredar 2 buah obat resep dokter yang berfungsi untuk memperbanyak air susu ibu dengan merek dagang MOLOCO-B12 dan LAKTAFIT, <span id="more-522"></span>berbentuk kapsul yang komposisinya terdiri dari: Ekstrak Plasenta manusia &amp; vitamin (sumber: buku Index Spesialitet Obat/ ISO). </p>
<p>Plasenta (ari-ari/ bali) ini dipercaya berkhasiat bisa meningkatkan produksi air susu ibu. Tetapi bagi ummat Islam, plasenta ini haram untuk dikonsumsi, karena plasenta merupakan bagian dari jaringan tubuh manusia.</p>
<p>Pada tahun 2000, Komisi Fatwa MUI telah mengeluarkan Fatwa nomor: 2/ Munas /VI/ MUI/ 2000 yang menyatakan bahwa produk pangan/ kosmetik yang mengandung Plasenta manusia, hukumnya haram dikonsumsi oleh ummat Islam. Obat yang bernama MOLOCO-B12 ataupun LAKTAFITini, sering diresepkan oleh dokter spesialis kandungan  atau diberikan oleh bidan kepada ibu setelah  melahirkan. Oleh karena itu, kepada para Ibu yang baru saja melahirkan atau yang sedang menyusui:</p>
<p>1. Bila mendapatkan resep obat dengan nama  MOLOCO-B12 ataupun LAKTAFIT, supaya minta kepada dokter/bidan yang memberikannya agar menggantinya dengan obat  perangsang susu ibu merek lain yang tidak mengandung plasenta.</p>
<p>2. Daun katuk hingga saat ini diyakini berkhasiat  merangsang  produksi air susu ibu. Dengan mengkonsumsi daun  katuk setiap hari dalam bentuk sayur atau dicampur denganmakanan lainnya, bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan  produksi air susu ibu. </p>
<p>3. Sekarang ini banyak produk susu bagi ibu hamil,misalnya yang bernama susu &#8220;Laktamil&#8221; atau lainnya, yang mengandung ekstrak daun katuk, sangat tepat  diberikan kepada ibu menyusui, yang produksi air susunya kurang.</p>
<p>4. Hal yang terpenting bagi ibu menyusui, agar  produksi air susunya banyak adalah harus sering menyusukan kepada bayinya, minimal 8 kali sehari, misalnya  diulang  tiap 3 jam, pada payudara kiri dan kanan, masing-masing minimal selama 5 menit. Produksi air susu ibu akan meningkat bila puting susu ibu sering  mendapatkan  rangsangan dari mulut bayi. Makin sering ibu  menyusui,  maka akan semakin banyak produksi air susu ibu. Kemudian ibu harus makan dengan kandungan gizi yang  baik serta minum susu sapi yang cukup setiap  hari. </p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:  &#8220;Setiap daging yang tumbuh dari makanan haram, maka api neraka lebih utama baginya&#8221; (HR Tirmidzi dari Ka&#8217;ab bin Ajazah r.a)</p>
<p>Mohon pesan ini disebarluaskan kepada kaum muslimin  &amp; muslimah terutama yang sedang hamil/ menyusui  bayi. </p>
<p>Tembusan: </p>
<p>- Lembaga Pengawasan Obat &amp; Makanan &#8211; MUI (LPPOM-MUI) </p>
<p>- Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Indonesia </p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : Umi Farikhah dari Milis Nakita</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/#!/notes/umi-farikhah/hati2-sama-obat-iniada-kandungan-plasenta-manusia-hii-ngeriii/10150419739952715">http://www.facebook.com/#!/notes/umi-farikhah/hati2-sama-obat-iniada-kandungan-plasenta-manusia-hii-ngeriii/10150419739952715</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mutianova.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mutianova.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mutianova.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mutianova.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mutianova.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mutianova.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mutianova.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mutianova.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mutianova.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mutianova.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mutianova.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mutianova.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mutianova.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mutianova.wordpress.com/522/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=522&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mutianova.wordpress.com/2011/09/01/moloco-b-12-laktafit-obat-untuk-meningkatkan-produksi-air-susu-ibu-yang-haram-bagi-ummat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/631df49af1b12c8cfb3980379be012a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mutianova</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di antara Faidah Surat Al-Furqon Ayat 67</title>
		<link>http://mutianova.wordpress.com/2011/08/30/di-antara-faidah-surat-al-furqon-ayat-67/</link>
		<comments>http://mutianova.wordpress.com/2011/08/30/di-antara-faidah-surat-al-furqon-ayat-67/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 18:10:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mutianova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar bersama ayahnya Sofia]]></category>
		<category><![CDATA[bakhil]]></category>
		<category><![CDATA[dermawan]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[itsar]]></category>
		<category><![CDATA[qana'ah]]></category>
		<category><![CDATA[tamak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mutianova.wordpress.com/?p=516</guid>
		<description><![CDATA[وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا [٢٥:٦٧] Dan orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar.   Menginfakkan harta maksudnya adalah infak yang wajib maupun yang mustahab Tidak berlebihan maksudnya adalah karena menambahkan sesuatu dari batasan termasuk dalam jenis tabdzir dan melalaikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=516&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" dir="rtl"><a href="http://mutianova.files.wordpress.com/2011/08/emas1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-518" title="emas" src="http://mutianova.files.wordpress.com/2011/08/emas1.jpg?w=150&#038;h=120" alt="" width="150" height="120" /></a>وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا [٢٥:٦٧]</p>
<p style="text-align:center;"><em>Dan orang-orang yang apabila m</em><em>enginfakkan</em><em> (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, </em><em>di antara keduanya secara wajar</em><em>. </em><em> </em></p>
<p><em>Menginfakkan harta</em> maksudnya adalah infak yang wajib maupun yang mustahab</p>
<p><em>Tidak berlebihan</em> maksudnya adalah karena menambahkan sesuatu<span id="more-516"></span> dari batasan termasuk dalam jenis tabdzir dan melalaikan hak-hak yang wajib</p>
<p><em>Dan tidak (pula) kikir</em> maksudnya termasuk dalam bakhil (pelit) dan syuh (kikir)</p>
<p><em>Di antara keduanya</em> maksudnya infak tersebut di antara berlebih-lebihan dan kikir</p>
<p><em>Secara wajar</em> maksudnya mendermakan harta dalam hal-hal  yang wajib meliputi zakat, kafarat dan infak yang wajib dan juga mendermakan harta yang seyogyanya yang tidak memberikan bahaya (madharat) pada diri sendiri. Dan yang demikian itu menunjuukkan sifat yang adil dan bijaksana dari hamba-hamba Ar-Rahman.</p>
<p><strong>Pujian dan Celaan terhadap Harta</strong></p>
<p>Harta bisa menjadi sarana untuk mendapatkan kemaslahatan dunia dan akhirat. Allah menamakan harta dengan suatu kebaikan, yaitu pokok kehidupan.</p>
<p><em>“Dan janganlah kalian serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna kalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaan kalian) yang dijadikan Allah sebagai  pokok kehidupan. “ (Q.S. An-Nisa’ : 5)</em></p>
<p>Sebenarnya harta itu sendiri tidak ada yang bisa dicela, tetapi celaan dengan suatu pengertian yang tertuju pada manusia, yaitu karena hasrat yang terlalu menggebu atau mencarinya dengan cara yang tidak halal atau menahannya tidak menurut haknya atau mengeluarkannya dengan cara yang tidak selayaknya atau membangga-banggakannya.</p>
<p><em>“Harta dan anak-anak kalian hanyalah cobaan.” (Q.S. Al-Anfal : 28)</em></p>
<p><em>“Tidaklah dua ekor serigala yang dilepaskan ke tengah sekumpulan domba, lebih rusak daripada hasrat seseorang untruk mendapatkan harta, dan kemuliaan itu hanya bagi agamanya.” (H.R. At-Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimy, Al-Baghawi dan Ibnu Hibban).</em></p>
<p><strong>Manfaat Harta</strong></p>
<p>Manfaat harta dalam urusan dunia tentu telah diketahui oleh semua orang. Sedangkan manfaat harta untuk kepentingan agama ada 3 macam :</p>
<ol>
<li>Membelanjakan harta untuk dirinya baik untuk ibadah maupun hal-hal yang menunjang ibadah. Sebab jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi maka hati tidak merasa tenang dalam menjalankan ibadah. Suatu ibadah yang tidak terwujud kecuali dengan menggunakan sesuatu, maka sesuatu tersebut juga ibadah. Contoh harta yang digunakan untuk ibadah antara lain haji dan jihad sedangkan contoh harta yang digunakan untuk menunjang ibadah antara lain makanan, minuman, tempat tinggal dan kebutuhan harian lainnya.</li>
<li>Membelanjakan harta untuk orang lain ada 4 macam :</li>
<p>a. Shadaqah</ol>
<ol>b. Muru’ah, maksudnya memberikan hadiah kepada orang yang terpandang dan sudah berharta sehingga ia mendapat teman dan saudara</ol>
<ol>c. Wiqayah, maksudnya menjaga kehormatan dengan mengeluarkan harta untuk menyanggah penyair, membantah orang-orang bodoj, membungkam orang-orang yang menggunjing dan menghentikan kejahatan, pertengkaran, permusuhan dan dendam</ol>
<ol>d. Upah bagi orang lain karena ia memanfaatkan tenaganya. Banyak jenis pekerjaan yang membutuhkan bantuan orang lain, yang apabila sesorang mengrjakan sendiri akan hilang waktunya untuk beribadah kepada Allah dengan cara berpikir dan berzikir. Sementara orang lain yang membutuhkan bisa memanfaatkan hartanya.</ol>
<ol>3. Membelanjakan harta untuk sarana kebaikan umum, misalnya membangun masjid, jembatan, dll.</ol>
<p><strong>Bencana Harta</strong></p>
<ol>
<li>Biasanya harta menyeret pada kedurhakaan. Sebab ia merasa mampu dan memiliki kekuasaan untuk melakukan kedurhakaan. Sesungguhnya orang yang memiliki kemampuan dan kekuasaan, jika ia menerjunkan diri pada apa yang diminati nafsunya, maka ia akan binasa. Jika ia sabar, maka kesabaran itu terasa berat karena dia merasa mampu dan memiliki kekuasaan. Yang lebih baik adalah tidak ambil peduli.</li>
<li>Menggerakkan seseorang untuk mencari kesenangan yang dimubahkan hingga menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan.</li>
<li>Harta membuat lalai dari mengingat Allah. Orang yang terjerat harta akan terus berpikir untuk mendapatkan tambahan harta sekalipun ia telah kaya. Jikalau sudah kaya, ia memikirkan cara untuk menjaga harta itu dan takut kehilangannya, senantiasa diliputi gelisah, was-wasa dan kebimbangan.</li>
</ol>
<p>Cara mengobatinya adalah mengambil sebagian harta untuk kebutuhan pokok kemudian membelanjakannya untuk hal-hal baik. Selain dari dua hal tersebut, harta adalah racun mematikan.</p>
<p><strong>Pujian terhadap Qana’ah (Kepuasaan dan Kerelaan)</strong></p>
<p><em>“Beruntunglah orang yang memasrahkan diri, dilimpahi rezeki yang sekedar mencukupinya dan diberi kepuasan oleh Allah terhadap apa yang diberikan kepadanya.” (H.R. Muslim, At-Tiurmidzi, Ahmad dan Al-Baghawi).</em></p>
<p><em>“Qana’ah itu adalah harta yang tidak akan habis.” (H.R. Ibnu Ady)</em></p>
<p><strong>Celaan terhadap Rakus dan Tamak</strong></p>
<p><em>“Wahai manusia, carilah harta dengan cara yang baik, karena seorang hamba seorang hamba tidak mendapatkan kecuali yang ditetapkan baginya.” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Abi Ashim, Al-hakim, Al-Baihaqi dan Abu Nu’aim)</em></p>
<p><em>“Himpunlah rasa putus asa dari apa yang ada di tangan manusia.” (H.R. Ibnu Majah dan Ahmad).</em></p>
<p><strong>Cara Mengobati Rakus dan Tamak</strong></p>
<ol>
<li>Ekonomis dan arif dalam membelanjakan harta, yaitu mengembalikan pada apa yang sekedar dibutuhkannya.<em></em></li>
<li>Jika kebutuhannya telah tercukupi, maka dia tidak perlu gusar memikirkan masa depan, yaitu dengan membatasi harapan-harapan yang hendak dicapainya. Dia harus sadar setan selalu membisikkan kemiskinan padanya. <em></em></li>
<li>Hendaklah ia mengetahui dalam qana’ah ada kemuliaan dan dalam kerakusan dan tamak ada kehinaan. Siapa yang tidak mau mementingkan kemuliaan dirinya daripada hawa nafsunya, maka dia orang yang lemah akalny dan tipis imannya.<em></em></li>
<li>Merenungkan kesudahan nasib orang-orang kafir yang larut dalam kenikmatan dan keadaan orang-orang shalih yang sabar dengan qana’ah<em></em></li>
<li>Hendaklah ia mengerti bahwa menumpuk harta bisa menimbulkan dampak yang kurang baik, sebagaimana dijelaskan pada bencana harta<em></em></li>
<li>Melihat orang yang di bawahnya dalam hal dunia sehingga ia tidak memandang hina nikmat Allah dan melihat orang yang di atasnya dalam agama<em></em></li>
<li>Sabar dan menyadari bahwa kesabaran di dunia ini tidak berlangsung lama untuk mendapatkan kenikmatan abadi<em></em></li>
</ol>
<p><strong>Keutamaan Sifat Dermawan</strong></p>
<p><em>“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Islam itu adalah agama yang Kuridhai bagi Diriku, dan sekali-kali tidak ada yang membuatnya baik kecuali kedermawanan dan akhlak yang baik. Maka muliakanlah agama dengan dua hal ini selagi kalian masih menyertai agama itu.” (Disebutkan Al-Khara’ity, Abu Hatim dan Ibnu Adu. Abu Hatim menyebutkan hadits ini maudhu’) </em></p>
<p><em>“Sesungguhnya orang-orang yang mulia dari umatku tidak masuk surga karena ibadah dan puasa, melainkan mereka masuk surga karena kedermawanannya, keselamtan dadanya dan nasihat yang dibreikan kepada orang-prang yang muslim.” (Disebutkan Ibnu Ady, namun dalam sandanya ada Muhammag bin Abdul Aziz Ad-Dainuri dan dia matruk)</em></p>
<p><em>“Hendaklah kalian berbuat yang ma’ruf, karena ia pencegah dari keburukan.” (Disebutkan oleh Ibnu Abid-Dunya dalam Qadha’ul Hawa-if dan Ath-Thabrani dalam Al-Ausath)</em></p>
<p><strong>Celaan terhadap Bakhil dan Kikir</strong></p>
<p><em>“Dua hal yang tidak akan berhimpun pada diri seorang mukmin : bakhil dan kahlak yang buruk.” (H.R At-Tirmidzi)</em></p>
<p><em>“Kikir dan iman sama sekali tidak berhimpun di dalam hati seorang hamba.” (H.R. At-Tirmidzi, Ahmad, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Al-Baghawi)</em></p>
<p><em>“Tiga perkara yang merusak: yaitu kikir yang dituruti, nafsu yang diikuti dan ujub pada diri sendiri.” (H.R. Al-Bazzar dan Abu Nu’aim)</em></p>
<p>Al-Khaththabi berkata, “Kikir yang membuat seseorang tidak mau member, lebih parah daripada bakhil.”</p>
<p><em> </em><strong>Itsar : Mendahulukan Kepentingan Orang Lain</strong></p>
<p>Tingkat kedermawanan yang paling tinggi adalaah mendahulukan orang lain padahal dia juga membutuhkan harta itu.</p>
<p><em>“Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.” (Q.S. Al-Hasyr : 9)</em></p>
<p>Sedangkan tingkatan bakhil yang paling parah adalah bakhil terhadap dirinya sendiri padahal ia membutuhkannya, misalnya ia tidak mau berobat ketika sakit karena khawatir hartanya berkurang. Betapa jauhnya perbedaan antara orang yang mengabaikan kepentingannya padahal dia membutuhkan dengan orang yang bakhil terhadap dirinya. Akhlak adalah suatu pemberian yang Allah letakkan di manapun Allah kehendaki.</p>
<p><strong>Batasan Bakhil dan Dermawan</strong></p>
<p>Seseorang terbebas dari bakhil jika ia melaksanakan yang wajib menurut syari’at dan hal-hal yang lazim disertai kerelaan hati ketika mengeluarkannya. Hal yang wajib menurut syari’at adalah mengeluarkan zakat dan memberikan nafkah kepada keluarga. Sedangkan hal yang yang lazim adalah untuk menghindari hal-hal yang buruk dan hina. Gambarannya berbeda-beda pada masing-masing individu. Misalnya seorang yang cukup harta membeli pakaian yang baik untuk menampakkan nikmat Allah dan ia akan dianggap hina jika memakai pakaian buruk padahal ia cukup harta. Sedangkan orang  yang kekurangan harta tidak akan dianggap hina jika ia memakai pakaian yang buruk.</p>
<p>Seseorang yang melaksanakan kewajiban syari’at dan hal-hal yang lazim bukanlah orang yang bakhil. Tetapi ia tidak memiliki sifat kedermawanan selagi ia tidak mengeluarkan lebih dari itu untuk kebaikan.</p>
<p><strong>Cara Mengobati Bakhil</strong></p>
<p>Sebab bakhil adalah cinta kepada harta yang dibagi menjadi dua, yaitu :</p>
<ol>
<li>Cinta kepada nafsu yaitu yang tidak bisa dicapai kecuali dengan memiliki harta dan harapan yang muluk-muluk. Sekalipun ia tidak memiliki harapan yang muluk-muluk pada dirinya namun ia punya harapan yang muluk-muluk untuk anaknya</li>
<li>Cinta semata kepada harta sehingga ia tidak mau membelanjakan hartanya untuk keperluannya dan shadaqah. Padahal harta adalah wasilah untuk memenuhi kebutuhannya, namun ia cinta harta dan lupa kebutuhannya. Ini merupakan penyakit bakhil yang sulit diobati</li>
</ol>
<p>Cara mengobati bakhil adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Mengobati cinta kepada nafsu adalah dengan qana’ah dan sabar</li>
<li>Mengobati harapan yang muluk-muluk adalah dengan mengingat mati</li>
<li>Mengobati kecintaan kepada anak dan masa depan adalah dengan berpikir bahwa ada Allah yang memberinya rezeki. Jika anaknya shalih, Allah akan melindungi. Jika anaknya fasik, maka tak ada yang bisa diharapkan selain kedurhakaannya</li>
<li>Hendaklah ia mengingat celaan terhadap bakhil dan keutamaan sifat dermawan</li>
<li>Menyadari bahwa jika banyak hal yang dicintai di dunia, maka banyak pula musibah yang dirasakan karena tidak mendapatkannya</li>
<li>Siapa yang mgetahui bencana harta, maka ia tidak mau bersanding dengannya</li>
</ol>
<p>Maraji’ : Minhajul Qashidin terj. (Ibnu Qudamah), Taisirul Karimirrahman (Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mutianova.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mutianova.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mutianova.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mutianova.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mutianova.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mutianova.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mutianova.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mutianova.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mutianova.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mutianova.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mutianova.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mutianova.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mutianova.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mutianova.wordpress.com/516/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=516&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mutianova.wordpress.com/2011/08/30/di-antara-faidah-surat-al-furqon-ayat-67/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/631df49af1b12c8cfb3980379be012a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mutianova</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mutianova.files.wordpress.com/2011/08/emas1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">emas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tekadku</title>
		<link>http://mutianova.wordpress.com/2011/07/22/tekadku/</link>
		<comments>http://mutianova.wordpress.com/2011/07/22/tekadku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 12:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mutianova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor ngidul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mutianova.wordpress.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[Mengarungi bahtera rumah tangga bersamamu Adalah kebahagiaan terbesarku &#160; Maafkan aku… Karena aku adalah awak kapal yang lambat belajar Dan seringkali membuat kesalahan Riak kecil membuatku kelimpungan Ombak besar membuatku berantakan &#160; Tapi aku berjanji padamu, nahkodaku Bahwa aku awak kapal yang setia tak akan lari saat badai menghantam tak akan meninggalkanmu saat karang menghadang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=511&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengarungi bahtera rumah tangga bersamamu</p>
<p>Adalah kebahagiaan terbesarku</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maafkan aku…</p>
<p>Karena aku adalah awak kapal yang lambat belajar</p>
<p>Dan seringkali membuat kesalahan<span id="more-511"></span></p>
<p>Riak kecil membuatku kelimpungan</p>
<p>Ombak besar membuatku berantakan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tapi aku berjanji padamu, nahkodaku</p>
<p>Bahwa aku awak kapal yang setia</p>
<p>tak akan lari saat badai menghantam</p>
<p>tak akan meninggalkanmu saat karang menghadang</p>
<p>Karena kutahu, sekalipun akan sampai tujuan</p>
<p>bahteramu akan berjalan lambat tanpaku</p>
<p>Dan karena kutahu, satu-satunya impianku adalah</p>
<p>meraih surga dengan mewujudkan cita-citamu</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku berjanji padamu, nahkodaku</p>
<p>Untuk terus belajar menjadi awak kapal yang pintar</p>
<p>Yang bisa kau percaya</p>
<p>Yang bisa kau andalkan</p>
<p>Meski lambat, aku tak akan menyerah</p>
<p>Aku terus berusaha</p>
<p>Aku bertekad untuk menjadi awak kapal yang lebih baik</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mutianova.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mutianova.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mutianova.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mutianova.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mutianova.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mutianova.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mutianova.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mutianova.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mutianova.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mutianova.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mutianova.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mutianova.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mutianova.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mutianova.wordpress.com/511/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=511&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mutianova.wordpress.com/2011/07/22/tekadku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/631df49af1b12c8cfb3980379be012a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mutianova</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kunci Surga</title>
		<link>http://mutianova.wordpress.com/2011/07/22/kunci-surga/</link>
		<comments>http://mutianova.wordpress.com/2011/07/22/kunci-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 03:34:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mutianova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari ulama dan assatidz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mutianova.wordpress.com/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Kunci surga adalah kesaksian Laa ilaaha illallaah.” (Al-Musnad) Dalam Shahih Bukhari dikatakan, ditanyakan kepada Wahab bin Munabbih, “Bukankah Laa ilaaha illallaah adalah kunci surga?” Ia menjawab, “Ya, benar. Akan tetapi apabila engkau datang dengan kunci bergerigi, maka dibukakan untukmu. Kalau tidak, maka tidak dibukakan untukmu.” Maksud dari perkataan tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=508&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mutianova.files.wordpress.com/2011/07/skeletonkey.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-509" title="SkeletonKey" src="http://mutianova.files.wordpress.com/2011/07/skeletonkey.jpg?w=150&#038;h=120" alt="" width="150" height="120" /></a>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berkata, <em>“Kunci surga adalah kesaksian Laa ilaaha illallaah.”</em> (Al-Musnad)</p>
<p>Dalam Shahih Bukhari dikatakan, ditanyakan kepada Wahab bin Munabbih, “Bukankah Laa ilaaha illallaah adalah kunci surga?” Ia menjawab, “Ya, benar. Akan tetapi<span id="more-508"></span> apabila engkau datang dengan kunci bergerigi, maka dibukakan untukmu. Kalau tidak, maka tidak dibukakan untukmu.”</p>
<p>Maksud dari perkataan tersebut adalah hendaknya dibarengi dengan tauhid, perbuatan baik dari perbuatan ketaatan dan menjauhi hal-hal yang diharamkan.”</p>
<p>Marji’ : Malapetaka Akhir Zaman (Terj. Dari An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim), Ibnu Katsir, 2008, Pustaka as-Sunnah, Jakarta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mutianova.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mutianova.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mutianova.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mutianova.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mutianova.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mutianova.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mutianova.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mutianova.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mutianova.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mutianova.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mutianova.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mutianova.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mutianova.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mutianova.wordpress.com/508/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mutianova.wordpress.com&amp;blog=14290098&amp;post=508&amp;subd=mutianova&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mutianova.wordpress.com/2011/07/22/kunci-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/631df49af1b12c8cfb3980379be012a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mutianova</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mutianova.files.wordpress.com/2011/07/skeletonkey.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">SkeletonKey</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
