Udah setahun ga nulis tetralogi “Breastfeeding”, terpaksa akhirnya harus kebut nulis. Ehehe soalnya kebetulan lagi ada lomba nulis seputar menyusui. Hmm sebenarnya waktu bulan ASI lalu banyak lomba menulis tentang menyusui dan hadiahnya lebih gedhe lho. But, gimana sih hukumnya ikut lomba nulis yang acaranya ditujukan untuk merayakan hari tertentu. Anyone knows?
Tulisanku ini ringkasan dari tetralogi “Breastfeeding” di blog ini. Jadi ga usah dimuat di sini ya^^ Sebenarnya sih iseng tapi aku kebut-kebutan nulisnya karena khawatir deadline. Eh ternyata tulisan termasuk 3 tulisan pertama dan di posting di grup Laktasi tersebut untuk memancing peserta lain. Dari situ, aku baru tahu kalo pengalamanku di klinik laktasi sangat bermanfaat bagi ibu2 yang lain. Banyak komen tentang kesulitan menyusui dan diskusi di ceritaku, ketemu akhwat angkatan lama mba Dian Ummu Muthmainah, banyak friend request dan sebuah email dari teman baru yang ternyata beliau E-ping (Exclusive pumping) lho. E-ping itu artinya anaknya ASI eksklusif namun tidak langsung menyusu daripayudara ibu, melainkan dengan botol.
Menyusui itu indah, kawan! Dan perjuangannya itu lho yang membuat setiap momen menyusui lebih indah. Menghadapi pandangan lingkungan tentang ASI eksklusif, menyimpan ASI perah dalam kulkas dan tidak memberikan tambahan susu formula setelah 6 bulan atau 1 tahun. Bersabar karena mungkin si kecil tidak segemuk anak-anak yang diberi tambahan susu formula. Godaan orang-orang terdekat ternyata yang paling banyak menggagalkan ASI eksklusif dan menysusui penuh selama 2 tahun!!
Dari cerita2 ibu2 yang lain, aku baru tahu aku tak berjuang sendirian supaya bisa memberi yang terbaik untuk anak. Ada yang tandem nursing (menyusui 2 anak sekaligus), ada yang nursing while pregnancy (menyusui ketika hamil), membesarkan baby yang prematur dengan ASI saja, relaktasi tanpa bantuan ahli sepertiku, ada yang harus operasi tumor payudara untuk bisa menyusui. Hebat sekali perjuangan ibu2 jika menyangkut urusan ASI subhanallah. I love ASI!!
Sempet ngajakin mba siska yang tandem nursing de Sofia dan de Thoriq, but beliau keberatan berinteraksi lama2 dengan facebook. Sungguh nasehat yang tegas bagiku. Selama ini memang susah banget ngontrol fesbukan. Semoga cepet bisa belajar mengontrol karena really wasting time dan susah menjaga muru’ah dari pamer dan mengeluh. Selain juga jadi sulit menahan pandangan melihat status orang lain dan hatiku jadi sibuk bertanya2 ’ni orang kenapa sih’ kalo aku ga suka statusnya. Selama ini tidak sukses hanya dengan mengandalkan hp. Karena aku sangat ceroboh. Aku sudah merusak 5 hp dalam 1, 5 tahun (maafkan aku suamiku) dan terakhir aku juga menuang air minum ke Blackberry suamiku (maaf lagi ya). Semoga bisa mengontrol fesbukan lebih baik lagi dan secepatnya mendapatkan alternatif lebih baik lagi. Amin
Oh ya dari lomba ini ada pemenang yang dipilih panitia dan ada pemenang yang dipilih berdasarkan voter alias pemenang favorit. Kalo mau jadi pemenang favorit, harus gencar kampanye di facebook. Karena tulisanku banyak menyinggung kata payudara dengan vulgar, aku memutuskan untuk tidak kampanye. Aku sudah cukup puas tulisanku sudah di-upload di grup laktasi tersebut sehingga bisa berbagi pengalaman dengan ibu-ibu yang lain.
Dan di hari pengumuman ehehe…
Ada namaku di situ! Aku menang di kategori relaktasi dan yang memilihku jadi pemenang adalah jurinya!! Alhamdulillah… Untuk pemenang kategori breatfeeding, tandem nursing dan nursing while pregnancy baik pilihan juri maupun voter rencananya akan kutayangkan di blog ini. Abis ceritanya terlalu bagus untuk dilewatkan hehe…
Jazakunnallah khairan bagi semua pihak yang telah mendukung dan mendoakan proses relaktasiku dan tulisanku….
Cerita ini kudedikasikan untuk Sofia kecilku. Sofia yang telah berjuang hidup-mati di awal kelahirannya karena kelalaian dan kebodohanku. Sofia yang telah berjuang dan bersabar belajar menyusu walau sudah nyaman minum susu formula dari botol. Aku menjadi wanita yang lengkap : yang memiliki anak dan bisa menyusui berkat Sofia bi idznillah… Jazakillah khairan my sweetheart…
Cerita ini kudedikasikan untuk suamiku, yang menemaniku dalam setiap perjuanganku sebagai seorang istri dan ibu… yang tak lelah berjuang untukku dan putri kami… Jazakallah khairan honey…
Cerita ini kudedikasikan untuk seluruh ibu di dunia yang berjuang siang dan malam untuk merawat dan memberikan yang terbaik untuk si kecil…
Bagiku, ini adalah sebuah kemenangan kecil. Bagiku, kemengangan yang sesungguhnya adalah jika aku bisa menginspirasi 1 ORANG IBU SAJA untuk relaktasi, 1 ORANG IBU SAJA untuk berjuang memberikan ASI Eksklusif, 1 ORANG IBU SAJA untuk menyusui penuh selama 2 tahun. Semoga Allah memberikan pertolongan dan kemenangan itu. Amin…
Sekali lagi!! I love ASI!!
